01354 2200277 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020001800100082001400118084002000132100002200152245005300174250001100227260004100238300002200279650002200301520059700323990002600920990002600946990002600972990002600998990002601024990002601050INLIS00000000001030120221018023321 a0010-0122000035ta221018 g 0 ind  a979-561-346-4 a297.673 1 a297.673 1 JIM i0 aJimly Asshiddiqie1 aIslam dan Kedaulatan Rakyat /cJimly Asshiddiqie aCet. 1 aJakarta :bGema Insani Press,c1995. a48 hlm. ;c18 cm. 4aIslam dan Politik aIronis. Para sarjana muslim sering merasa kesulitan dalam merumuskan suatu konsep kedaulatan rakyat yang benar-benar khas. Bahkan tidak jarang, mereka kekurangan rujukan ilmiah ketika mengembangkan gagasan ini. Begitu sulitnya sehingga mereka meminjam berbagai pemikiran mengengai soal ini dari Barat. Dari sini muncul kesan seakan-akan bahwa referensi pemikiran di bidang ini hanya bermula dari pemikiran orang-orang semacam Thomas Hobbes, Jean Bodin, dan sebagainya. Padahal, jauh sebelum ini Islam sudah berbicara masalah kedaulatan. Bukankah kata "daulat" itu sendiri berasar dari islam? a26680/MKRI-P/XII-2021 a26681/MKRI-P/XII-2021 a26680/MKRI-P/XII-2021 a26681/MKRI-P/XII-2021 a26681/MKRI-P/XII-2021 a26680/MKRI-P/XII-2021