01450 2200253 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020001800100082001900118084002500137100002000162245009400182250000600276260004500282300003000327600002300357520071600380990002601096990002401122990002401146990002601170INLIS00000000001102320241128095756 a0010-1223000001ta241128 g 0 ind  a9786232311145 a342.598 085 22 a342.598 085 22 WIN p0 aWinda Wijayanti1 aPenghayat Kepercayaan :bPerlindungan hukum melalui hukum administrasi /cWinda Wijayanti a1 aDepok :bPT. Rajagrafindo Persada,c2019 axix, 384 halaman :b23 cm 4aHukum Administrasi aPenghayat Kepercayaan memiliki hak konstitusional untuk secara bebas meyakini kepercayaannya sesuai dengan hati nuraninya sebagaimana dijamin, diakui, dan dilindungi oleh UUD 1945. Namun ketentuan dalam UU Adminduk tidak tunduk kepada amanat UUD 1945 dengan tidak mencantumkan kolom Kepercayaan dalam KTP. Ketentuan itu menyebabkan kekuranglengkapan norma (incomplete norm) dalam UU Adminduk. Perlindungan hukum preventif dan represif bagi Penghayat Kepercayaan tidak maksimal karena adanya stigma peyoratif dan pemaknaan eksklusif atas kata ”Ketuhanan Yang Maha Esa” dan ”dan kepercayaannya itu” dalam peraturan perundang-undangan oleh Pembentuk UU dan Pelaksana UU (Penyelenggara Negara). a27307/MKRI-P/XII/2023 a27431/MKRI-P/I/2024 a27432/MKRI-P/I/2024 a27307/MKRI-P/XII/2023