02677 2200433 4500001002100000005001500021035002000036008004100056020002200097041000800119082001200127084001800139100001900157245008500176260004000261300003800301500002600339504001700365520128500382650004101667650007101708650006401779990002501843990002501868990002501893990002501918990002501943990002501968990002501993990002502018990002502043990002502068990002502093990002502118990002502143990002502168990002502193990002502218INLIS00000000000932920221019032311 a0010-0520009329221019 g 0 ind  a978-602-8323-49-9 aind a320.014 a320.014 ARR k0 aArrianie, Lely1 aKomunikasi politik: politisi dan pencitraan di panggung politik /cLely Arrianie aBandung :bWidya Padjadjaran,c2010 axiii, 250 hlm. ; 25 cm. ;c25 cm. aIndeks : hlm. 246-250 ahlm. 243-245 aBuku ini membahas tentang apa, mengapa dan bagaimana politisi melakukan pencitraan dalam penyampaian pesan-pesan politik dan bagaimana para komunikator politik memahami hal itu sebagai pesan politik termasuk yang mengandung muatan kekerasan. Latar belakang individu politisi dan proses rekruitmen turut menentukan show dan impression management politisi, cara mereka memberikan kesan terhadap suatu pesan politik, cara menampilkan peran politik serta bagaimana mereka mengkomunikasikan pesan-pesan politik. Busana menjadi atribut penting bagi politisi terutama di panggung depan sehingga menjadi obsesi bagi politisi untuk mengemasnya secara optimal. Tidak ada satu model komunikasi politik teoritis apapun yang berlaku di DPR, namun pelaku komunikasi politik cenderung menampilkan model komunikasi politik yangg 'acak', bahkan komunikasi politik itu tidak dapat lagi dikonsepsi sebagai komunikasi yang bersifat linier meskipun komunikasi linier itu sangat populer. Komunikasi politik di DPR lebih bersifat interaksional dan transaksional. Tidak ada dikotomi antara politisi partai politik A ataukah B yang melakukan kekerasan dalam komunikasi politik. Satu orang atau satu tim dari fraksi yang sama bisa berbedas pendapat sedangkan beda tim atau fraksi justru bisa satu pendapat. 4aCommunication in politics-Indonesia. 4aCommunication- Political aspects-Indonesia; Politicians-Indonesia. 4aLegislative bodies-Indonesia; Political violence-Indonesia. a23117/MKRI-P/XI-2014 a23120/MKRI-P/XI/2014 a23118/MKRI-P/XI/2014 a23119/MKRI-P/XI/2014 a23118/MKRI-P/XI/2014 a23117/MKRI-P/XI-2014 a23120/MKRI-P/XI/2014 a23119/MKRI-P/XI/2014 a23120/MKRI-P/XI/2014 a23117/MKRI-P/XI-2014 a23118/MKRI-P/XI/2014 a23119/MKRI-P/XI/2014 a23119/MKRI-P/XI/2014 a23117/MKRI-P/XI-2014 a23120/MKRI-P/XI/2014 a23118/MKRI-P/XI/2014