Detail Katalog
ID: 11139
E-Voting : Dalam Pemilu Di Indonesia / Abdul Basid Fuadi
Edisi: Cet. 1
Pengarang:
Abdul Basid Fuadi
Abdul Basid Fuadi
Penerbit:
PT. Rajagrafindo Persada,
PT. Rajagrafindo Persada,
Tempat Terbit:
Depok :
Depok :
Tahun Terbit:
2023
2023
Bahasa:
ind
ind
Subjek
Pemilihan Umum
Deskripsi Fisik:
134 hal. : Ilustrasi ; 23 cm Hal. 119-128
134 hal. : Ilustrasi ; 23 cm Hal. 119-128
ISBN:
9786230804687
9786230804687
Nomor Panggil:
324.6 ABD e
324.6 ABD e
Control Number:
INLIS000000000011058
INLIS000000000011058
BIB ID:
0010-0724000004
0010-0724000004
Catatan
Paham kedaulatan rakyat (demokrasi) bermakna bahwa rakyatlah yang dianggap sebagai pemilik dan pemegang kekuasaan tertinggi dalam suatu negara. Rakyatlah yang menentukan corak dan cara pemerintahan diselenggarakan. Rakyatlah yang menentukan tujuan yang hendak dicapai oleh negara dan pemerintahan. Tetapi dalam kehidupan sekarang yang ditandai dengan tingkat kehidupan yang kompleks dan dinamis, tingkat kecerdasan masyarakat yang tidak merata, dan tingkat spesialisasi antar sektor pekerjaan cenderung semakin tajam, maka kedaulatan rakyat tersebut tidak dapat dilaksanakan secara murni, melainkan melalui sistem perwakilan (representation). Agar wakil-wakil rakyat benar-benar dapat bertindak atas nama rakyat, maka wakil-wakil rakyat itu harus ditentukan sendiri oleh rakyat melalui pemilihan umum (general election). Namun dalam pelaksanaannya, terdapat kecenderungan partisipasi masyarakat yang kian menurun, padahal partisipasi politik dalam negara demokrasi merupakan indikator implementasi penyelenggaraan kekuasaaan negara tertinggi yang absah oleh rakyat (kedaulatan rakyat), yang dimanifestasikan keterlibatan mereka dalam pesta demokrasi (Pemilu). Makin tinggi tingkat partisipasi politik mengindikasikan bahwa rakyat mengikuti dan memahami serta melibatkan diri dalam kegiatan kenegaraan.
Di sisi yang lain perkembangan teknologi dirasakan semakin pesat, konsep perkembangan teknologi, selalu bertujuan untuk membantu kehidupan manusia sehari-hari, terutama dalam memecahkan berbagai masalah pada kehidupan. Teknologi juga dapat dimasukkan ke dalam suatu sistem yang sudah ada, bermaksud untuk meminimalisir kekompleksitasan serta mengoptimalkan segala segi yang ada pada sistem tersebut. Salah satunya yaitu pemakaian teknologi pada sistem pemilihan umum.
Buku ini akan menguraikan aspek hukum yang mengatur sistem elektronik dalam pemilu serta peluang dan tantangan penerapannya untuk menggantikan pemungutan suara dalam pemilihan umum secara konvensional. Penerapan pemungutan suara elektronik tidak semata berkaitan dengan kelayakan teknis maupun kelayakan hukum, karena pada awalnya kepercayaan publik dibangun dalam konteks sosial dan politik. Oleh karena itu diperlukan konsensus politik para aktor politik dan konsensus sosial masyarakat, karena jika terdapat stigma negatif terhadap sistem e-voting, akan timbul resiko politik berupa distrust terhadap pemerintahan baru.
Di sisi yang lain perkembangan teknologi dirasakan semakin pesat, konsep perkembangan teknologi, selalu bertujuan untuk membantu kehidupan manusia sehari-hari, terutama dalam memecahkan berbagai masalah pada kehidupan. Teknologi juga dapat dimasukkan ke dalam suatu sistem yang sudah ada, bermaksud untuk meminimalisir kekompleksitasan serta mengoptimalkan segala segi yang ada pada sistem tersebut. Salah satunya yaitu pemakaian teknologi pada sistem pemilihan umum.
Buku ini akan menguraikan aspek hukum yang mengatur sistem elektronik dalam pemilu serta peluang dan tantangan penerapannya untuk menggantikan pemungutan suara dalam pemilihan umum secara konvensional. Penerapan pemungutan suara elektronik tidak semata berkaitan dengan kelayakan teknis maupun kelayakan hukum, karena pada awalnya kepercayaan publik dibangun dalam konteks sosial dan politik. Oleh karena itu diperlukan konsensus politik para aktor politik dan konsensus sosial masyarakat, karena jika terdapat stigma negatif terhadap sistem e-voting, akan timbul resiko politik berupa distrust terhadap pemerintahan baru.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
00000027403 |
324.6 ABD e |
Dapat dipinjam | Mahkamah Konstitusi RI | Tersedia |
00000027503 |
324.6 ABD e |
Dapat dipinjam | Mahkamah Konstitusi RI | Tersedia |
Format MARC21 - Total 17 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000000011058 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20240725092246 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0724000004 | 3 |
| 007 | _ |
_ |
ta | 4 |
| 008 | _ |
_ |
240725################g##########0#ind## | 5 |
| 020 | # |
# |
$a 9786230804687 | 6 |
| 082 | # |
# |
$a 324.6 | 7 |
| 084 | # |
# |
$a 324.6 ABD e | 8 |
| 100 | _ |
# |
$a Abdul Basid Fuadi | 9 |
| 245 | 1 |
# |
$a E-Voting : $b Dalam Pemilu Di Indonesia /$c Abdul Basid Fuadi | 10 |
| 250 | # |
# |
$a Cet. 1 | 11 |
| 260 | # |
# |
$a Depok :$b PT. Rajagrafindo Persada,$c 2023 | 12 |
| 300 | # |
# |
$a 134 hal. : $b Ilustrasi ; $c 23 cm$e Hal. 119-128 | 13 |
| 520 | # |
# |
$a Paham kedaulatan rakyat (demokrasi) bermakna bahwa rakyatlah yang dianggap sebagai pemilik dan pemegang kekuasaan tertinggi dalam suatu negara. Rakyatlah yang menentukan corak dan cara pemerintahan diselenggarakan. Rakyatlah yang menentukan tujuan yang hendak dicapai oleh negara dan pemerintahan. Tetapi dalam kehidupan sekarang yang ditandai dengan tingkat kehidupan yang kompleks dan dinamis, tingkat kecerdasan masyarakat yang tidak merata, dan tingkat spesialisasi antar sektor pekerjaan cenderung semakin tajam, maka kedaulatan rakyat tersebut tidak dapat dilaksanakan secara murni, melainkan melalui sistem perwakilan (representation). Agar wakil-wakil rakyat benar-benar dapat bertindak atas nama rakyat, maka wakil-wakil rakyat itu harus ditentukan sendiri oleh rakyat melalui pemilihan umum (general election). Namun dalam pelaksanaannya, terdapat kecenderungan partisipasi masyarakat yang kian menurun, padahal partisipasi politik dalam negara demokrasi merupakan indikator implementasi penyelenggaraan kekuasaaan negara tertinggi yang absah oleh rakyat (kedaulatan rakyat), yang dimanifestasikan keterlibatan mereka dalam pesta demokrasi (Pemilu). Makin tinggi tingkat partisipasi politik mengindikasikan bahwa rakyat mengikuti dan memahami serta melibatkan diri dalam kegiatan kenegaraan. Di sisi yang lain perkembangan teknologi dirasakan semakin pesat, konsep perkembangan teknologi, selalu bertujuan untuk membantu kehidupan manusia sehari-hari, terutama dalam memecahkan berbagai masalah pada kehidupan. Teknologi juga dapat dimasukkan ke dalam suatu sistem yang sudah ada, bermaksud untuk meminimalisir kekompleksitasan serta mengoptimalkan segala segi yang ada pada sistem tersebut. Salah satunya yaitu pemakaian teknologi pada sistem pemilihan umum. Buku ini akan menguraikan aspek hukum yang mengatur sistem elektronik dalam pemilu serta peluang dan tantangan penerapannya untuk menggantikan pemungutan suara dalam pemilihan umum secara konvensional. Penerapan pemungutan suara elektronik tidak semata berkaitan dengan kelayakan teknis maupun kelayakan hukum, karena pada awalnya kepercayaan publik dibangun dalam konteks sosial dan politik. Oleh karena itu diperlukan konsensus politik para aktor politik dan konsensus sosial masyarakat, karena jika terdapat stigma negatif terhadap sistem e-voting, akan timbul resiko politik berupa distrust terhadap pemerintahan baru. | 14 |
| 650 | # |
4 |
$a Pemilihan Umum | 15 |
| 990 | # |
# |
$a 27403/MKRI-P/I-2024 | 16 |
| 990 | # |
# |
$a 27503/MKRI-P/IX-2025 | 17 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 24 Jul 2024