Detail Katalog

ID: 5438
Cover Mantan Kiai NU Menggugat Sholawat & Dzikir Syirik (Nariyah, Al-Fatih, Munjiyat, Thibbul Qulub) / Mahrus Ali

Mantan Kiai NU Menggugat Sholawat & Dzikir Syirik (Nariyah, Al-Fatih, Munjiyat, Thibbul Qulub) / Mahrus Ali

Pengarang:
Mahrus Ali
Penerbit:
Laa Tasyuki Press,
Tempat Terbit:
Surabaya :
Tahun Terbit:
2007.
Bahasa:
ind
Subjek
Agama
Deskripsi Fisik:
xv, 283 p. ; 20,3 cm.
ISBN:
979........
Nomor Panggil:
297.4 MAH m
Control Number:
INLIS000000000005438
BIB ID:
0010-0520005438
Catatan
p. 277-282 ; Jujur saja, saya dulu pernah bergelimang dalam kesyirikan dan kesesatan. Saat itu saya sering mengamalkan bacaan Shalawat Nariyah, Al-Fatih, Munjiyat, Thibbul Qulubdan sholawat-sholawat lainnya. Waktu itu saya percaya bahwa sholawat-sholawat yang saya amalkan tersebut mempunyai khasiat yang luar biasa, yaitu mampu menunaikan segala macam hajat yang saya inginkan! Saya tidak mengerti bahwa kalimat-kalimat yang terkandung dalam sholawatsholawat yang saya amalkan tadi isinya hampir seluruhnya berlumuran dengan kalimat-kalimat syirik dan kufur kepada Allah SWT. Subhanallah!! Waktu masih bergelimang dalam kesyirikan, bid'ah, dan khufarat saya merasa dalam posisi yang benar, sehingga membenci ahli hadits yang selalu mendasarkan pendapatnya pada hadits. Saya anggap mereka sudah di luar jalur. Keluarga saya pun bersikap sinis, menganggap mereka sebagai pengikut Muhammadiyah. Malah ada guru saya yang bercerita bahwa Muhammad Abduh, salah satu guru Muhammad Rasyid Ridha, matinya dalam keadaan su'ul khatimah dengan lidah menjulur. Saat tinggal di Mekkah saaya berkumpul dengan orang-orang NU dan jarang berkumpul dengan orang-orang Indonesia dari kalangan Muhammadiyah dan Salafy. Meskipun begitu saya sangat toleransi terhadap mereka. Sepulang dari Mekkah, saya berubah arah, mulai gemar kepada ahli hadits dan menyesuaikan diri dengan orang-orang yang selalu berlandaskan kepada Al-Qur'an dan Al-Hadits. Dalam buku ini saya paparkan berbagai kesyirikan yang banyak terjadi di tengah masyarakat, saya kaji berdasarkan ajaran Al-Qur'an dan Al-Hadits. Saya sertakan juga kajian dari ulama di Saudi Arabia yang sudah tentu cocok dengan ajaran Al-Qur'an dan Al-Hadits. Saya berharap buku ini bisaaa memberikan penerangan kepada orang-orang yang fanatik dengan berbagai macam kekeliruan, kesyirikan, dan kesesatan.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
00000011701 297.4 MAH m Dapat dipinjam Mahkamah Konstitusi RI Tersedia
Format MARC21 - Total 17 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000000005438 1
005 _ _ 20221021104102 2
035 # # $a 0010-0520005438 3
008 _ _ 221021################|##########|#ind## 4
020 # # $a 979........ 5
041 _ _ $a ind 6
082 # # $a 297.4 7
084 # # $a 297.4 MAH m 8
100 _ # $a Mahrus Ali 9
245 1 # $a Mantan Kiai NU Menggugat Sholawat & Dzikir Syirik (Nariyah, Al-Fatih, Munjiyat, Thibbul Qulub) /$c Mahrus Ali 10
260 # # $a Surabaya :$b Laa Tasyuki Press,$c 2007. 11
300 # # $a xv, 283 p. ; $c 20,3 cm. 12
504 # # $a p. 277-282 13
520 # # $a Jujur saja, saya dulu pernah bergelimang dalam kesyirikan dan kesesatan. Saat itu saya sering mengamalkan bacaan Shalawat Nariyah, Al-Fatih, Munjiyat, Thibbul Qulubdan sholawat-sholawat lainnya. Waktu itu saya percaya bahwa sholawat-sholawat yang saya amalkan tersebut mempunyai khasiat yang luar biasa, yaitu mampu menunaikan segala macam hajat yang saya inginkan! Saya tidak mengerti bahwa kalimat-kalimat yang terkandung dalam sholawatsholawat yang saya amalkan tadi isinya hampir seluruhnya berlumuran dengan kalimat-kalimat syirik dan kufur kepada Allah SWT. Subhanallah!! Waktu masih bergelimang dalam kesyirikan, bid'ah, dan khufarat saya merasa dalam posisi yang benar, sehingga membenci ahli hadits yang selalu mendasarkan pendapatnya pada hadits. Saya anggap mereka sudah di luar jalur. Keluarga saya pun bersikap sinis, menganggap mereka sebagai pengikut Muhammadiyah. Malah ada guru saya yang bercerita bahwa Muhammad Abduh, salah satu guru Muhammad Rasyid Ridha, matinya dalam keadaan su'ul khatimah dengan lidah menjulur. Saat tinggal di Mekkah saaya berkumpul dengan orang-orang NU dan jarang berkumpul dengan orang-orang Indonesia dari kalangan Muhammadiyah dan Salafy. Meskipun begitu saya sangat toleransi terhadap mereka. Sepulang dari Mekkah, saya berubah arah, mulai gemar kepada ahli hadits dan menyesuaikan diri dengan orang-orang yang selalu berlandaskan kepada Al-Qur'an dan Al-Hadits. Dalam buku ini saya paparkan berbagai kesyirikan yang banyak terjadi di tengah masyarakat, saya kaji berdasarkan ajaran Al-Qur'an dan Al-Hadits. Saya sertakan juga kajian dari ulama di Saudi Arabia yang sudah tentu cocok dengan ajaran Al-Qur'an dan Al-Hadits. Saya berharap buku ini bisaaa memberikan penerangan kepada orang-orang yang fanatik dengan berbagai macam kekeliruan, kesyirikan, dan kesesatan. 14
650 _ 4 $a Agama 15
990 # # $a 11701/MKRI-P/II-2009 16
990 # # $a 11701/MKRI-P/II-2009 17
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 17 Feb 2009
Disetujui OPAC: 08 May 2020
Export