Detail Katalog
ID: 7833Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
Wewenang PTUN menunda berlakunya keputusan pemerintah (Tesis)
Pengarang:
Lintong Oloan Siahaan
Lintong Oloan Siahaan
Penerbit:
Universitas Indonesia,
Universitas Indonesia,
Tempat Terbit:
Jakarta :
Jakarta :
Tahun Terbit:
2000
2000
Bahasa:
ind
ind
Subjek
Pengadilan Tata Usaha Negara
Deskripsi Fisik:
xiii, 206 hlm.; 21,5 cm ; 21,5 cm
xiii, 206 hlm.; 21,5 cm ; 21,5 cm
ISBN:
8298040104
8298040104
Nomor Panggil:
342.06/SIA/w
342.06/SIA/w
Control Number:
INLIS000000000007833
INLIS000000000007833
BIB ID:
0010-0520007833
0010-0520007833
Catatan
Tesis ini berisikan tentang wewenang PTUN menunda berlakunya putusan pemerintah. Salah satu kewenangan yang dimiliki PTUN kewenangan untuk menghentikan berlakunya atau beroperasinya keputusan Tata Usaha Negara yang sedang disengketakan, yang disebut putusan penundaan. Ketentuan ini memberikan kekuasaan yang besar sekali kepada hakim. Hakim bebas menentukan syarat-syarat, dalam hal-hal yang bagaimana keputusan tata Negara itu akan ditunda atau dipertahankan. Kebebasan hakim itu akan berdampak negatif, oleh karena itu perlu rincian lebih lanjut akan arti kepentingan pribadi yang mendesak dan kepentingan umum dalam rangka pembangunan, yang menjadi dasar pengambilan keputusan penundaan itu. Harus dilakukan secara manusiawi dan dipertimbangkan sedemikian rupa, hingga ada jaminan-jaminan bagi penggugat, bahwa apabila ternyata dikemudian hari keputusan tata usaha Negara yang digugat itu tidak benar, penggugat tidak terlalu dirugikan.dalam praktek pelaksanaan putusan penundaan itu tidak berjalan dengan mudah. Banyak hambatan-hambatan yang dialami, terutama dari segi keputusan hakim itu sendiri dan dari segi keengganan pihak pemerintah untuk mematuhinya.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
00000021199 |
342.06/SIA/w |
Dapat dipinjam | Mahkamah Konstitusi RI | Tersedia |
Format MARC21 - Total 15 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000000007833 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20210324014806 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0520007833 | 3 |
| 008 | _ |
_ |
210324################|##########|#|## | 4 |
| 020 | # |
# |
$a 8298040104 | 5 |
| 041 | _ |
_ |
$a ind | 6 |
| 082 | # |
# |
$a 342.06 | 7 |
| 084 | # |
# |
$a 342.06/SIA/w | 8 |
| 100 | _ |
# |
$a Lintong Oloan Siahaan | 9 |
| 245 | 1 |
# |
$a Wewenang PTUN menunda berlakunya keputusan pemerintah (Tesis) | 10 |
| 260 | # |
# |
$a Jakarta :$b Universitas Indonesia,$c 2000 | 11 |
| 300 | # |
# |
$a xiii, 206 hlm.; 21,5 cm ; $c 21,5 cm | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Tesis ini berisikan tentang wewenang PTUN menunda berlakunya putusan pemerintah. Salah satu kewenangan yang dimiliki PTUN kewenangan untuk menghentikan berlakunya atau beroperasinya keputusan Tata Usaha Negara yang sedang disengketakan, yang disebut putusan penundaan. Ketentuan ini memberikan kekuasaan yang besar sekali kepada hakim. Hakim bebas menentukan syarat-syarat, dalam hal-hal yang bagaimana keputusan tata Negara itu akan ditunda atau dipertahankan. Kebebasan hakim itu akan berdampak negatif, oleh karena itu perlu rincian lebih lanjut akan arti kepentingan pribadi yang mendesak dan kepentingan umum dalam rangka pembangunan, yang menjadi dasar pengambilan keputusan penundaan itu. Harus dilakukan secara manusiawi dan dipertimbangkan sedemikian rupa, hingga ada jaminan-jaminan bagi penggugat, bahwa apabila ternyata dikemudian hari keputusan tata usaha Negara yang digugat itu tidak benar, penggugat tidak terlalu dirugikan.dalam praktek pelaksanaan putusan penundaan itu tidak berjalan dengan mudah. Banyak hambatan-hambatan yang dialami, terutama dari segi keputusan hakim itu sendiri dan dari segi keengganan pihak pemerintah untuk mematuhinya. | 13 |
| 650 | _ |
4 |
$a Pengadilan Tata Usaha Negara | 14 |
| 990 | # |
# |
$a 21199/MKRI-P/VII-2011 | 15 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 22 Jan 2015
Disetujui OPAC: 08 May 2020
Disetujui OPAC: 08 May 2020