=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000010243 =990 ##$$a 25512/MKRI-P/II-2017 =990 ##$$a 25511/MKRI-P/II-2017 =990 ##$$a 25510/MKRI-P/II-2017 =005 20221111041352 =990 ##$$a 25510/MKRI-P/II-2017 =990 ##$$a 25510/MKRI-P/II-2017 =990 ##$$a 25511/MKRI-P/II-2017 =035 ##$$a 0010-1121000038 =990 ##$$a 25511/MKRI-P/II-2017 =990 ##$$a 25512/MKRI-P/II-2017 =990 ##$$a 25512/MKRI-P/II-2017 =007 ta =990 ##$$a 25509/MKRI-P/II-2017 =990 ##$$a 25509/MKRI-P/II-2017 =990 ##$$a 25509/MKRI-P/II-2017 =008 221111################g##########0#ind## =020 ##$$a 978-602-1642-56-6 =082 ##$$a 378 =084 ##$$a 378 TOP a =100 #$$a Topo Santoso =245 1#$$a Arah Pendidikan Tinggi Hukum : $b Peran Pendidikan Hukum dan Penegakan Hukum di Indonesia /$c Topo Santoso dkk. =250 ##$$a Cet. 1 =260 ##$$a Malang :$b Setara Press,$c 2015 =300 ##$$a xvi, 192 hlm. ; $c 23 cm =650 #4$$a Pendidikan Tinggi =650 #4$$a Penegakan Hukum =700 #$$a Peter Mahmud Marzuki =700 #$$a Adji Samekto =520 ##$$a Meskipun pendidikan tinggi hukum yang pertama di Indonesia Rechtshogeschool sudah lahir pertama 28 Oktober 1924, namun kondisi penegakan hukum hingga kini malah semakin rapuh. Banyaknya intitusi pendidikan tinggi hukum secara kuantitas ternyata tidak berdampak banyak pada kokohnya penegakkan hukum. Berbagai bentuk pelanggaran hukum bertebaran dimana-mana, bahkan dilingkungan institusi penegak hukum sendiri. Kondisi ini diperparah dengan fakta telanjang bahwa institusi penegak hukum pun saat ini bisa digunakan sebagai alat kepentingan politik elit. Diakui atau tidak, pendidikan hukum saat ini masih terjebak dalam penegakan formalitas-positivistik. Melalui buku ini, diharapkan pendidikan tinggi hukum memiliki agenda dan strategi yang jelas dalam berkontribusi terhadap penegakan hukum di Indonesia. =990 ##$$a 25510/MKRI-P/II-2017 =990 ##$$a 25511/MKRI-P/II-2017 =990 ##$$a 25512/MKRI-P/II-2017 =990 ##$$a 25509/MKRI-P/II-2017 =990 ##$$a 25509/MKRI-P/II-2017 =990 ##$$a 25510/MKRI-P/II-2017 =990 ##$$a 25511/MKRI-P/II-2017 =990 ##$$a 25512/MKRI-P/II-2017