=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000002194 =005 20221010015100 =035 ##$$a 0010-0520002194 =008 221010################|##########|#ind## =020 ##$$a 979-421-993-2 =041 $$a ind =082 ##$$a 121 =084 ##$$a 121 AMS f =100 #$$a Amsal Bakhtiar =245 1#$$a Filsafat Ilmu =250 ##$$a Cet. 2. =260 ##$$a Jakarta :$b Pt. Grasindo,$c 2005 =300 ##$$a xiv, 240 hlm.; 21 cm. ; $c 21 cm. =520 ##$$a "Filsafat adalah induk semua ilmu," demikian kata para filosof. Pada awalnya, memeng cakupan objek filsafat lebih luas dibandingkan ilmu; ilmu hanya terbatas pada persoalan empiris saja, sedangkan filsafat mencangkup objek empiris maupun non-empiris. Namun pada perkembangannya, filsafat berkembang menjadi bagian dari ilmu itu sendiri (terspesialisasi), seperti filsafat agama, filsafat hukum dan filsafat ilmu. Alasannya, filsafat tidak bisa terus berada di awang-awang, tetapi ia juga harus membimbing ilmu. Dengan perkembangannya yang sangat pesat, ilmu semakin jauh dari induknya. Bahkan, telah mengakibatkan munculnya orogansi dan kompartementalisasi antara satu bidang ilmu dengan yang lainnya. Disinilah filsafat berperan, yaitu menyatukan visi keilmuan dari berbagai disiplin ilmu. Dalamkonteks ini, ilmu sebagai kajian filsafat sangat krusial untuk dibahas. =650 4$$a Pengetahuan-Teori =990 ##$$a 03145/MKRI-P/III-2006 =990 ##$$a 03146/MKRI-P/III-2006