=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000002223 =990 ##$$a 03308/MKRI-P/III-2006 =990 ##$$a 03307/MKRI-P/III-2006 =005 20221111110143 =990 ##$$a 01284/MKRI-P/VI-2007 =990 ##$$a 01284/MKRI-P/VI-2007 =035 ##$$a 0010-0520002223 =990 ##$$a 03307/MKRI-P/III-2006 =990 ##$$a 03308/MKRI-P/III-2006 =008 221111################|##########|#ind## =020 ##$$a 979-709-165-1 =041 $$a ind =082 ##$$a 364.132.3 =084 ##$$a 364.132.3 SUR =100 #$$a Surga Para Koruptor =245 1#$$a Surga Para Koruptor /$c Editor HCB Dharmawan & Al soni BL De Rosario =250 ##$$a Cet.1. =260 ##$$a Jakarta :$b Alpha Books,$c 2004 =300 ##$$a VIII, 208 hlm. ; 21 cm ; $c 21 cm =520 ##$$a Surga Para Koruptor. Kita tidak perlu tersinggung. Faktanya memang begitu. Aparat sudah kehilangan rasa malu untuk meminta apa yang namanya pungutan liar. Di jalan raya, mereka yang merasa berhak mengatur juga tidak perlu merasa malu melakukan transaksi "Tahu Sama Tahu" atas sebuah pelanggaran. Ditataran Lembaga pemerintahan pun fenomena ini terdeteksi. Katakanlah penguasaan posisi strategis yang menguasai aset negara, bukannya untuk mengamankan dan meyelamatkan aset tersebut. Namun, betul-betul "mengamankannya" untuk kepentingan diri sendiri dan kelompoknya saja. Buku ini patut dibaca untuk mengetahui fakta-fakta itu. =650 4$$a 1. Korupsi =700 #$$a Editor HCB Dharmawan & Al soni BL De Rosario =990 ##$$a 01284/MKRI-P/VI-2007 =990 ##$$a 03307/MKRI-P/III-2006 =990 ##$$a 03308/MKRI-P/III-2006