=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000004228 =005 20221031093932 =035 ##$$a 0010-0520004228 =008 221031################|##########|#ind## =020 ##$$a 979 - 416 - 747 - 9 =041 $$a ind =082 ##$$a 341.48 =084 ##$$a 341.48 SAA k =100 #$$a Saafroedin Bahar =245 1#$$a Konteks Kenegaraan Hak Asasi Manusia /$c Saafroedin Bahar =250 ##$$a 1st Ed. =260 ##$$a Jakarta :$b Rouledge Curzon,$c 2002 =300 ##$$a xiii, 781 hlm. ; 21 cm. ; $c 21 cm. =500 ##$$a Indeks : Index =520 ##$$a Selama ini hak asasi manusia di Indonesia diwarnai oleh paradigma dikotomis antara negara dan masyarakat madani. State versus civil society. Dalam paradigma ini, negara digambarkan sebagai satu - satunya institusi yang mempunyai kewenangan untuk mengalokasikan sumberdaya nasional. Secara potensial negara dapat menyalahgunakan kekuasaan itu, dan dapat menjadi ancaman bagi masyarakat madani, karena itu harus selalu dikritisi. Nuansanya bersifat agak konfrontatif karena itu bermanfaat untuk menganalisis negara dari aspek politik dalam negeri, khususnya dalam suasana penuh kolusi dan kecurigaan. =650 4$$a Hak Azazi Manusia =990 ##$$a 02139/MKRI-P/III-2005 =990 ##$$a 02138/MKRI-P/III-2005 =990 ##$$a 02136/MKRI-P/III-2005 =990 ##$$a 02137/MKRI-P/III-2005 =990 ##$$a 02137/MKRI-P/III-2005 =990 ##$$a 02139/MKRI-P/III-2005 =990 ##$$a 02138/MKRI-P/III-2005 =990 ##$$a 02136/MKRI-P/III-2005 =990 ##$$a 02138/MKRI-P/III-2005 =990 ##$$a 02139/MKRI-P/III-2005 =990 ##$$a 02136/MKRI-P/III-2005 =990 ##$$a 02137/MKRI-P/III-2005 =990 ##$$a 02139/MKRI-P/III-2005 =990 ##$$a 02138/MKRI-P/III-2005 =990 ##$$a 02136/MKRI-P/III-2005 =990 ##$$a 02137/MKRI-P/III-2005