=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000005071 =005 20221019092746 =035 ##$$a 0010-0520005071 =008 221019################|##########|#ind## =020 ##$$a 9799109213 =041 $$a ind =082 ##$$a 306.6 =084 ##$$a 306.6 AHM c =100 #$$a Ahmad Baso =245 1#$$a Civil Society Versus Masyarakat madani : Arkeologi Pemikiran /$c Ahmad Baso =260 ##$$a Bandung :$b Pustaka Hidayah,$c 1999 =300 ##$$a 402 p.;24cm ; $c 24cm =500 ##$$a Indeks : Indeks =504 ##$$a Bibliografi =520 ##$$a Apa yang dibutuhkan umat Islam Indonesia ketika berkenalan dengan konsep civil society yang berasal dari barat itu? Awalnya, civil society memang dicurigai. tetapi, karena desakan tertentu, umat Islam akhirnya menerimanya. Bukankah civil society terkait dengan gerakan demokratisasi, proyek masa depan pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kualitas kehidupan berbangsa dan bernegara? Buki ini berupaya melukiskan kebingungan di atas dan mengkritisi bukan hanya tulisan tentang civil society yang berjumlah hampir seratusan, tetapi juga batas-batas pemikiran kaum muslim ketika menarik hubungan antara islam dan civil society dalam konteks keindonesiaan. Batas-batas ini lalu dianalisis, diuji, dan diperdebatkan guna menunjukkan tingkat kemajuan dan produktivitas wacana "Islam dan civil society" di indonesia. Perangkat analisis dalam buku pun tidak tanggung-tanggung: arkeologi atau lebih ekstrem lagi dekonstruksi. =650 4$$a Sosial-Masyarakat Sipil =990 ##$$a 3872/MKRI-P/VII-2006 =990 ##$$a 3872/MKRI-P/VII-2006