=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000006209 =005 20221022091759 =035 ##$$a 0010-0520006209 =008 221022################|##########|#ind## =020 ##$$a 979-9078-95-4 =041 $$a ind =082 ##$$a 297.2 =084 ##$$a 297.2 YAH p =100 #$$a Yahya, Harun =245 1#$$a Pernahkah Anda Merenung tentang Kebenaran /$c Harun Yahya =250 ##$$a 1 =260 ##$$a Jakarta :$b Vural Publshing,$c 2002 =300 ##$$a xx ll, 180 p; 21 cm ; $c 21 cm =520 ##$$a Buku ini memacu kita untuk mendaya gunakan semaksimal mungkin potensi akal yang Allah berikan kepada kita.Allah tidak menginginkan kita menjadi hamba-hamba yang'dungu'hamba yang tidak pernah mengoptimalkan akalnya.Padahal,salah satu penyebab manusia menjadi penghuni neraka Jahannam adalah karena mereka tidak meggunakan fungsi akal yang Allah berikan di dalam qalbu mereka [Qs al-A'raaf: 179]:"lahum quluubun laa yafqahuuna bihaa..."Artinya,mereka punya hati(akal),tetapi tidak digunakan untuk memahami...(ayat-ayat Allah).Dalam ayat lain Allah katakan,lahuum quluubun laa ya'qiluuna bihaa...Artinya,mereka punya hati(akal),tetapi mereka tidak berakal dengan hal itu. Al-Mawardi menyitir hadist tetang akal ini dalam kitab Adabud Dunya Wad-Diin,dengan mengutip hadist Rasulullah:al-aqlu nuurun fi-qalbi,yang Artinya"akal itu(seperti)cahaya di dalam hati."Buku ini insya Allah akan memberikan pencerahan dan semangat baru dalam dinamika kehidupan,khususnya bagi mereka yang selalu mendambakan kebenaran.Kebenaran yang sejatinya bisa kita temukan dengan mudah dalam setiap nafas kehidupan,seandainya kita mau meranungkannya.Melalui buku ini Harun Yahya mengajak kita untuk menghidupkan kembali tradisi perenungan yang sangat penting. =990 ##$$a 00081/MKRI-P/I-2005 =990 ##$$a 00081/MKRI-P/I-2005