=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000006964 =990 ##$$a 07830/MKRI-P/XI-2008 =005 20221114024517 =035 ##$$a 0010-0520006964 =008 221114################|##########|#ind## =020 ##$$a 9792541101 =041 $$a ind =082 ##$$a 959.88 =084 ##$$a 959.88 INK =100 #$$a Inkonsistensi dan Separatisme Jakarta =245 1#$$a Inkonsistensi dan Separatisme Jakarta : $b Mengapa Tanah Papua Terus Bergolak? /$c Pokja Papua =260 ##$$a Jakarta :$b POKJA PAPUA,$c 2006 =300 ##$$a xv, 174 p.; 13,5 cm x 21 cm ; $c 13,5 cm x 21 cm =504 ##$$a p. 159-168 =520 ##$$a Buku ini, memuat tulisan dan hasil penelitian , para intelektual dan peneliti muda yang merhimpun dalam Perkumpulan Masyarakat Jakarta Peduli Papua. Bukan hanya sekumpulan 'karangan ilmiah', melainkan isi buku ini telah, sedang, dan akan menjadi material pokok bagi lembaga ini dalam aktivitas advokasi yang dilakukan. Bagian pertama, memuat spektrum maslalah yang perlu diselesaikan oleh Pemerintah Pusat dan Papua, mulai masalah kewenangan pemerintahan, maslah persepsi miring terhadap penduduk Papua; problem pemekaran hingga masalah keamanan dan hak asasi manusia. Bagian kedua, merupakan kupasan pokok Pokja Papua tentang Majelis Rakyat Papua (MRP) dan persoalan pemilihan kepala daerah di provinsi ini. Bagian ketiga, merupakan penelitian yang memuat hasil-hasil wawancara Pokja Papua dengan elite lokal Papua, memaparkan persepsi para tokoh di Papua mengenai otonomi khusus dan pemerintahan baru Susilo Bambang Yudhoyono-Jusup Kala. Selanjutnya, Bagian keempat, memuat dinamika perhatian komunitas Internasional terhadap masalah-masalah yang terjadi di Paapua, termasuk perhatian yang diberikan para Kongres dan Senat Amerika Serikat. Dalam bagian ini, dijabarkan konteks masalah gugatan atas Penentuan Pendapat Rakyat (Papera), dan dimuat juga respon Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa terhadap pertanyaan kunci: apakah lembaga internasional ini mendukung kemerdekaan Papua? Bagian kelima, dimuat tema partisipasi politik perempuan Papua, khususnya keterlibatan kaum perempuan dalam proses dan pembentukan MRP. Dibagian akhir, dirinci problem khas Papua: penduduk miskin di tanah (air) yang kaya sumber daya alam. Bagian terakhir ini juga memuat resep pembangunan ekonomi yang dapat sejalan dengan pemenuhan hak-hak ekonomi, sosial dan budaya masyarakat Papua, termasuk memuat sebuah skema: etika pemakaian modal sumber daya alam. =650 4$$a konflik papua =700 #$$a Pokja Papua =990 ##$$a 07830/MKRI-P/XI-2008