=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000007384 =005 20221107115533 =035 ##$$a 0010-0520007384 =008 221107################|##########|#ind## =020 ##$$a 9794285013 =041 $$a ind =082 ##$$a 346.07 =084 ##$$a 346.07 PUR p =100 #$$a Purwosutjipto =245 1#$$a Pengertian Pokok Hukum Dagang Indonesia 8 : $b Perwasitan, Kepailitan dan Penundaan Pembayaran. /$c H.M.N. Purwosutjipto =250 ##$$a Cet. ke-4 =260 ##$$a Jakarta :$b Djambatan,$c 2003 =300 ##$$a 8 buku; 21cm ; $c 21cm =504 ##$$a p. 65 - 66 =520 ##$$a Buku ini ditulis diambil dari sudut pandang hubungan negara maupun perusahaan dengan peradilan, baik peradilan negara maupun peradilan swasta. Pada perwasitan terdapat hubungan antara perusahaan dengan peradilan perwasitan, yaitu peradilan swasta atau peradilan perdamaian, sedangkan kepailitan dan penundaan pembayaran hubungan itu terjadi antara perusahaan dengan peradilan negara. Hubungan ketiga materi tersebut dengan peradilan dapat juga ditinjau dari sudut solvabilitasnya perusahaan. =650 4$$a Hukum dagang =650 4$$a Indonesia - Hukum dagang =990 ##$$a 14486/MKRI-P/XI-2009 =990 ##$$a 14885/MKRI-P/XI-2009 =990 ##$$a 14884/MKRI-P/XI-2009 =990 ##$$a 14886/MKRI-P/XI-2009 =990 ##$$a 14486/MKRI-P/XI-2009 =990 ##$$a 14885/MKRI-P/XI-2009 =990 ##$$a 14884/MKRI-P/XI-2009 =990 ##$$a 14886/MKRI-P/XI-2009 =990 ##$$a 14884/MKRI-P/XI-2009 =990 ##$$a 14486/MKRI-P/XI-2009 =990 ##$$a 14885/MKRI-P/XI-2009 =990 ##$$a 14886/MKRI-P/XI-2009 =990 ##$$a 14885/MKRI-P/XI-2009 =990 ##$$a 14486/MKRI-P/XI-2009 =990 ##$$a 14884/MKRI-P/XI-2009 =990 ##$$a 14886/MKRI-P/XI-2009