=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000007837 =005 20200508204128 =008 200508||||||||| | ||| |||| ||ind|| =020 $$a 8598000175 =035 $0010-0520007837 =041 $$a ind =082 $$a 320.84 =084 $$a 320.84/ZAN /o =100 $$a Zen Zanibar M. Z =245 $$a Otonomi Desa dengan acuan khusus pada desa di Propinsi Sumatera Selatan (Disertasi) =260 $$a Jakarta $b Universitas Indonesia $c 1999 =300 $$a xix, 500 hlm; 21,5 cm$c 21,5 cm =500 $$a Indeks : 484-500 hlm =504 $$a hlm. 461-483 =520 $$a Disertasi ini berisi tentang Otonomi Desa. Dalam masa RI otonomi desa diakui secara konsitusional dalam pasal 18. Dalam perkembangannya otonomi desa mengalami pasang surut. Hal itu disebabkan oleh berbagai pertimbangan, mulai dari desa sebagai titik berat otonomi dengan mengatur desa sebagai daerah otonom. Perbedaan pengaturan dan kewenangan tersebut ternyata dipengaruhi oleh konstelasi politik nasional. Upaya pemerintah pusat menerapkan desentralisasi ternyata mengalami kesulitan. Kesulitan tersebut mengarahkan pemerintahan untuk menata penyelenggaraan Negara lebih sentralistik.pengaturan desentralisasi dan otonomi desa dalam berbagi UU dalam periode RI secara teoritis sejalan dengan teori desentralisasi statis, tetapi tidak sesuai dengan teori desentralisasi dinamis. =650 $$a Local government-Indonesia; Villages-Political aspects-Indonesia.