<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000010679</controlfield>
    <controlfield tag="005">20221124112937</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-1122000021</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">221124################g##########0#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">978-979-799-498-3</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">320.9598</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">320.9598 TIR m</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Riwanto Tirtosudarmo</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Mencari Indonesia 2 :</subfield>
      <subfield code="b">Batas-Batas Rekayasa Sosial /</subfield>
      <subfield code="c">Riwanto Tirtosudarmo</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">LIPI Press,</subfield>
      <subfield code="c">2010</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">xxviii, 424 hlm ;</subfield>
      <subfield code="c">21 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Hukum</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Buku ini merupakan seri kedua dari Mencari Indonesia yang merupakan kumpulan tulisan tentang berbagai isu demografi politik di Indonesia. Buku ini juga merupakan edisi revisi dari versi originalnya yang telah terbit pada tahun 2010 oleh LIPI Press. Seri kedua ini menekankan tentang perlunya memahami proses pembangunan sosial, ekonomi, dan politik, terutama pada masa Orde Baru.  Berdasarkan analisis yang menggunakan perspektif demografi politik, berbagai isu yang ditampilkan dalam buku ini menunjukkan sebuah temuan penting, yaitu terdapatnya batas-batas dari rekayasa sosial yang telah dilakukan oleh rezim politik Orde Baru. Buku ini secara keseluruhan diharapkan dapat menjadi semacam lesson learned bagi rezim politik pasca-Orde Baru bahwa sebuah rekayasa pembangunan selalu memiliki keterbatasan dalam tingkat konsepsi maupun praktiknya dalam masyarakat. Buku ini sangat tepat dibaca oleh peneliti dan akademisi yang menaruh minat pada masalah-masalah yang berkaitan dengan perubahan sosial dan politik di di Indonesia. Buku ini juga diharapkan dapat menjadi bacaan mereka yang tidak berasal dari kalangan akademis, seperti para pekerja dan aktifis sosial, jurnalis dan masyarakat pada umumnya.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">22506/MKRI-P/XI-2011</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">22507/MKRI-P/XI-2011</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">22508/MKRI-P/XI-2011</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
