<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000010746</controlfield>
    <controlfield tag="005">20221125032346</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-1122000088</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">221125################g##########0#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">978-979-233-9</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">320.9598</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">320.9598 SUH g</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Achmad Suhawi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Gymnastik Politik Nasionalis Radikal Fluktuasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia /</subfield>
      <subfield code="c">Achmad Suhawi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Rajawali Pers,</subfield>
      <subfield code="c">2009</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">xxxi, 450 hlm ;</subfield>
      <subfield code="c">21 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Politik dan Pemerintahan--Indonesia</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Untuk memahami keseluruhan isi buku ini, perlu dianalogikan sebagai berikut: “setiap buah timbul dari pohonnya, sedangkan pohon selalu ditopang oleh akar akarnya di dalam tanah. Di mana buah, pohon, dan akar menjadi satu kesatuan dengan tanah sebagai medium untuk tumbuh dan berkembang. Kemudian buah tersebut melahirkan bibit baru dengan bijinya sebagai kesinambungan siklus. Jadi bagian pertama menjelaskan persepsi GMNI tentang Indonesia dan keindonesiaan menjadi dasar dari kesadaran ideologi Marhaenisme; Bagian kedua mengupas kelahiran dan perkembangan GMNI dengan segala kondisi yang melingkupi, baik pada skala mikro maupun makro; Bagian ketiga dan keempat membahas kondisi organisasi di tengah politik makro yang direkonstruksi oleh Orde Baru sedemikian rupa hingga memberikan andil bagi eksistensi dan perkembangan organisasi; Sedangkan bagian terakhir merupakan jawaban penulis sebagai mantan aktivis GMNI terhadap kondisi kebangsaan dewasa ini.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">21420/MKRI-P/XI-2011</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">21421/MKRI-P/XI-2011</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">21422/MKRI-P/XI-2011</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">21423/MKRI-P/XI-2011</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
