<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000011116</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260123115052</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126000010</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">260123################g##########0#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">9786230819872</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">323.09</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">323.09 EKO p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Eko Riyadi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Pengujian proporsionalitas :</subfield>
      <subfield code="b">Metodologi hukum pembatasan dan pengurangan hak asasi manusia pada perkara konstitusional /</subfield>
      <subfield code="c">Eko Riyadi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Cet.1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Depok :</subfield>
      <subfield code="b">RajaGrafindo Persada,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">xxx, 560 hlm ;</subfield>
      <subfield code="c">23 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Yayat Sri Hayati (editor)</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Buku ini didasari oleh dua pertanyaan yang selalu membuat saya mencurahkan energi secara berulang. Dua pertanyaan itu adalah: (1) bukankah hak asasi manusia memang tidak absolut, jadi semua hak asasi manusia bisa dikurangi, terutama yang derogable rights; dan (2) apa perbedaan antara pelanggaran hak asasi manusia yang berat dan pelanggaran hak asasi manusia yang ringan? Pertanyaan itu tidak keliru. Kekeliruan terjadi pada pemahaman dan pendefinisian norma tentang pembatasan dan pengurangan hak asasi manusia di dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan pelanggaran hak asasi manusia yang berat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia. Agar tidak penasaran, silahkan Anda membaca buku ini hingga tuntas. Setelah membacanya dengan teliti dan selesai, pembaca akan menangkap mengapa banyak energi yang terbuang untuk menjawab dua pertanyaan di atas.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">pengujian proporsionalitas</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="600" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">hak konstitusional</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">27562/MKRI-P/I-2026</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">27562/MKRI-P/I-2026</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
