<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000001495</controlfield>
    <controlfield tag="005">20221110080556</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0520001495</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="008">221110################|##########|#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">1102</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">ind</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">320.9</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">320.9 TEU t</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Teungku Jakob</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Tragedi Negara Kesatuan Kleptokratis /</subfield>
      <subfield code="c">Teungku Jakob</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Yayasan Obor Indonesia,</subfield>
      <subfield code="c">2004</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">viii, 329 hlm. ; 21 cm ;</subfield>
      <subfield code="c">21 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">kekacauan politik pasca-reformasi, tiadanya kepastian hukum berikut penegakannya yang tidak tegak-tegak juga dan ini membuat para pencuri (kleptokrat) bergentayangan disegala lapisan dan lini kehidupan, lemahnya keteladanan elite kepemimpinan nasional, cengkeraman kapitalisme global yang membuat perekonomian kita tergantung pada mandor IMF serta dunia pendidikan yang masih banyak menyimpan masalah, adalah persoalan-persoalan mendasar yang dihadapi bangsa ini. Untuk ke luar dari semua kemelut di atas, agaknya kita perlu pemimpin a la Don Quixote yang sendirian dengan pedang di tangan siap membabat habis semua kejahatan. Namun agaknya sulit ditemukan sosok itu Jangan-jangan kalaupun muncul pemimpin perkasa itu, kita terjerumus lagi kepada pengkultusan sosok pemimpin. Yang lebih realistis, kita butuh pemimpin "biasa", yang menempatkan hukum sebagai panglima, penuh integritas, dekat dengan rakyat tanpa kehilangan ketegasan, jauh dari intrik dan teka-teki, mudah mengkomunikasikan ide-idenya, mampu membawa rakyat menuju kesejahteraan lahir batin, dan tegak penuh percaya diri menghadapi percaturan global. Rakyat masih menunggu reformasi pada posisi-posisi kelembagaan kunci. Semua perbaikan itu harus mulai dari atas, dari keteladanan!</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
      <subfield code="a">1. Politik</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">01366/MKRI-P/I-2005</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">01366/MKRI-P/I-2005</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
