<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000001740</controlfield>
    <controlfield tag="005">20221020095602</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0520001740</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="008">221020################|##########|#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">979-22-2450-5</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">ind</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">320.12</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">320.12 TOM b</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Tomi Lebang</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Berbekal seribu Akal Pemerintahan Dengan Logika : Sari Pati Pidato Wakil Presiden Yusuf Kalla /</subfield>
      <subfield code="c">Tomi Lebang</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Cet.1.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">The World Bank,</subfield>
      <subfield code="c">2006</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">XXVII, 292 p. ; 24 cm ;</subfield>
      <subfield code="c">24 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="500" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Indeks : Indeks</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Bergerak dengan cepat dan berbicara langsung pada persoalan. Begitulah yang terlihat darai sosok Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla. Pria kelahiran Watampone, Sulawesi Selatan , 15 Mei 1942, ini benar-benar mengajarkan satu hal: seorang pemimpin harus menguasai benar persoalan yang dibicarakannya, sebentuk kepemimpinan yang kuat dan memerintah berdasar logika. Tidak heran jika kekuasaan yang ia genggam di samping Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terasa benar gaungnya. Ia seperti memeragakan gaya baru di pucuk kekuasaan negeri ini. Sebagai orang Bugis yang sebagian besar hidupnya menjadi pengusaha, Jusup Kalla kerap dianggap mengelola negara bak saudagar berhitung untung rugi. Nyatanya, hitung-hitungan itu sampai sekarang tak pernah meleset. Terbukti, konflik Ambon, Poso dan Aceh is selesaikan dengan penuh perhitungan.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
      <subfield code="a">1. Sosiologi - Politik</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">05023/MKRI-P/XII-2006</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
