<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000001755</controlfield>
    <controlfield tag="005">20221115015602</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0520001755</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="008">221115################|##########|#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">979-9477-31-X</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">ind</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">320.958 8</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">320.958 8 SUH m</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Suhardi Somomoeljono</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Menguak Konspirasi Internasional Di Timor Timur :</subfield>
      <subfield code="b">Sebuah Analisis Yuridis /</subfield>
      <subfield code="c">Suhardi Somomoeljono</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">cet. 1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Lembaga Studi Advokasi Independensi Peradilan Indonesia,</subfield>
      <subfield code="c">2001</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">xxii, 134 hlm.; 23 cm ;</subfield>
      <subfield code="c">23 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Menurut Hukum Internasional, apa yang dilakukan oleh kelompok Pro Integrasi di Timor Timur itu disebut sebagai provoked act retalition. Yakni, tindakan pembalasan yang ditimbulakan oleh perbuatan yang bersifat provokasi dangan melawan hukum oleh kelompok Pro Kemerdekaan lebih dulu. Dan tindakan pembalasan sepeti itu tidak di anggap melanggar hukum. Banyak contoh kejadian mengenai provoked act of retaliation tersebut. Antara lain: 1).Ditahun 1942 setelah pihak Jepang menghancurkan ratusan kapal perang Amerika Serikat di Hawaii, maka Amerika membalasnya dengan menghancurkan apa saja milik Jepang. Kemudian mengumumkan perang hingga menggunakan bom atom yang membunuh jutaan manusia. 2).Ketika Iran di jaman Ayatullah Khomeini menyandera 52 diplomat Amerika Serikat di Teheran, pihak Amerika membalasnya dalam berbagai bentuk penghancuran. Bahkan memblokir semua aset devisa Iran yang tersimpan di beberapa bank luar negeri. 3).Sewaktu Irak menginvasi Kuwait, pihak PBB dengan pasukan multinasionalnya pun membalas provokasi Irak dengan menghancurkan apa saja yang melebihi proporsi sebagai tindakan pembalasan. 4).Presiden Soekarno yang merasa diprovokasi oleh inggris dengan dimerdekakannya negara Malaysia dan Singapura, menganggap perlu membalas dengan mengirim pasukan Baret Merah RPKAD untuk menyerbu Malaysia. Pada semua kejadian provoked act of retaliation tersebut masyarakat dunia bereaksi menentangnya. Dalam konteks peristiwa Timor Timur, di mana kelompok Pro Integrasi telah disakiti lebih dulu maka jika tindak pembalasan dipersoalkan jelas hal ini tidak sesuai dengan Prinsip Hukum Internasional.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
      <subfield code="a">1. Timor Timur - Politik</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Editor Zaenal Wafa</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">00316/MKRI-P/I-2005</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">00316/MKRI-P/I-2005</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
