<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000001761</controlfield>
    <controlfield tag="005">20200508201611</controlfield>
    <controlfield tag="008">200508|||||||||   |   |||   |||| ||ind||</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">979-695-619-5</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="0">010-0520001761</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">ind</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">303.623</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">303.623/NUR/K</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">Editor Riza Sihbudi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">Moch. Nurhasim</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">Kerusuhan Sosial Di Indonesia ; Studi Kasus Kupang, Mataram Dan Sambas 00321</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">Jakarta</subfield>
      <subfield code="b">Yayasan Obor Indonesia</subfield>
      <subfield code="c">2001</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">IX, 242 hlm. ; 21 cm</subfield>
      <subfield code="c">21 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="504" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">Bibliografi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">Apa sasungguhnya yang menjadi akar kerusuhan sosial di Indonesia? Faktor sosial ekonomi? Persaingan antaretnis? Pembagian kue pembangunan yang tak adil? Ulah provokator? Ataukah ada campur tangan orang luar? Ternyata jawabannya tidak sederhana membalik telapak tangan dan tak bisa asla menunjuk salah satu penyebab. Hasil penelitian yang pada gilirannya dapat dijadikan rekomendasi untukm perencanaan pembangunan daerah dan SDM di tiga daerah kerusuhan yakni, kupang, Mataram, dan Sambas ini menunjukan bahwa banyak faktor penyebab kerusuhan. Kadang faktor itu kait mengait, tak jarang akar kerusuhannya sendiri sengaja dipicu oleh para petualang politik yang sengaja memanfaatkan kerawanan konflik sosial untuk tujuan tertentu. Perencana pembangunan, peminat masalah sosial, budaya, politik, ekonomi, dan siapa saja yang peduli pada nasib dan masa depan bangsa, sosial, pada gilirannya dapat ditemukan pemecahan masalah secara tuntas dan menyeluruh.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">1. Kerusuhan</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
