<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000001968</controlfield>
    <controlfield tag="005">20221114010056</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0520001968</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="008">221114################|##########|#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">979 - 695 - 029 - 4</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">ind</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">959.8</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">959.8 KON</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Kontroversi Sejarah Di Indonesia</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Kontroversi Sejarah Di Indonesia /</subfield>
      <subfield code="c">Syamdani</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">1st ed</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Grasindo,</subfield>
      <subfield code="c">2001</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">XV, 205 hal ; 21 cm ;</subfield>
      <subfield code="c">21 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="500" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Indeks : Index</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Ketika Soeharto hengkang dari tampuk kekuasaannya, mulut-mulut para saksi sejarah yang terkunci karena begitu rapatnya gembok yang dipasangkan penguasa orde baru di mulut mereka, mulai ternganga. Mereka bicara tentang masa lalu yang kini telah jadi sejarah: catatan-catatan diri kita sendiri sebagai sebuah bangsa yang bergelimangan darah dan air mata. Sayangnya, bayak penggalang sejarah kita sebagai bangsa tersembunyi, baik karena dimanipulasi untuk kepentingan tertentu maupun karena kurangnya data/informasi pembanding. Padahal, di luar negeri hal itu menjadi makanan dan bahan diskusi para pakar tentang Indonesia. Oleh karena itu, wajar saja jika akhir-akhir ini kita menempatkan versi lain dari catatan sejarah kita sendiri. Kebanyakan kontroversi bahkan bertolak belakang dengan apa yang selama ini kita ketahui. Ternyata, sejarah itu tidaklah mutlak, ia tak pernah lepas dari tafsir dan sering dimanfaatkan pihak tertentu untuk kepentingan tertentu. "Kontroversi Sejarah di Indonesia" mencoba mengkritisi berbagai peristiwa sejarah di tanah air, khususnya peristiwa penting yang terjadi tahun 1949 (serangan umum) hingga Supersemar.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
      <subfield code="a">Sejarah Indonesia</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">02657/MKRI-P/I-2006</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">02656/MKRI-P/I-2006</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">02656/MKRI-P/I-2006</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">02657/MKRI-P/I-2006</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
