<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000000256</controlfield>
    <controlfield tag="005">20200508200823</controlfield>
    <controlfield tag="008">200508|||||||||   |   |||   |||| ||ind||</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">213022011</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="0">010-0520000256</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">ind</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">323.09598</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">323.09598/WIR/d</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">R. Herlambang Perdana Wiratraman …[et al.]</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">Dampak putusan Mahkamah Konstitusi yang memutuskan pembatalan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2004 tentang Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi terhadap mekanisme hukum dan akses keadilan korban bagi penyelesaian pelanggaran hak asasi manusia berat: laporan pen</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">Surabaya</subfield>
      <subfield code="b">Universitas Airlangga</subfield>
      <subfield code="c">2007</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">116 hlm. ; 30 cm</subfield>
      <subfield code="c">30 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="504" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">hlm. 108 - 111</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">Penelitian ini merupakan penelitian tentang dampak dan implementasi putusan Mahkamah Konstitusi yang memutuskan pembatalan Undang-Undang No. 27 Tahun 2004 tentang Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi terhadap mekanisme hukum dan akses keadilan korban bagi penyelesaian pelanggaran hak asasi manusia berat merupakan salah satu studi atas putusan Mahkamah Konstitusi yang paling kontroversial, mengundang banyak perdebatan dan memiliki dampak luas atas hukum dan sosial politik di tanah air. Tujuan penelitian ini selain ingin mengetahui dampak dan implementasinya, namun dari hasil proses kerja penelitian lapangan ini bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak utamanya korban dan keluarga korban yang dalam penelitian ini seluruhnya merasa “terpukul” dengan putusan Mahkamah Konstitusi.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">Hak asasi manusia</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
