<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000000263</controlfield>
    <controlfield tag="005">20200508200827</controlfield>
    <controlfield tag="008">200508|||||||||   |   |||   |||| ||ind||</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">212522011</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="0">010-0520000263</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">ind</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">342.02</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">342.02/KAJ</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">Lembaga Pengkajian Hukum Internasional Fakultas Hukum Universitas Indonesia</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">Kajian perbandingan Lembaga Mahkamah Konstitusi: laporan penelitian</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">Jakarta</subfield>
      <subfield code="b">Universitas Indonesia</subfield>
      <subfield code="c">2005</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">ii, 163 hlm.; 30 cm</subfield>
      <subfield code="c">30 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">Tujuan pengkajian ini adalah untuk membandingkan fungsi Mahkamah Konstitusi, struktur Mahkamah Konstitusi, kewenangan Mahkamah Konstitusi, mandat Mahkamah Konstitusi, serta hubungan Mahkamah Konstitusi dengan lembaga Negara lainnya di berbagai Negara. Dengan demikian akan terdapat satu referensi perbandingan yang dapat dipakai oleh Mahkamah Konstitusi Indonesia untuk terus meningkatkan peran dan fungsinya sesuai dengan harapan pembentukannya. Tujuan khususnya adalah untuk melihat kendala dan cara penyelesaiannya yang dihadapi oleh berbagai Mahkamah Konstitusi di dunia dan membandingkannya dengan kendala yang dihadapi oleh Mahkamah Konstitusi Indonesia dan penanganannya selama ini. Pengkajian dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan yuridis-normatif, yakni pendekatan yang menitikberatkan pada penggunaan data sekunder di bidang hukum. Sedangkan ruang lingkup pengkajian adalah peraturan perundang-undangan, praktek, dan pendapat para ahli mengenai Mahkamah Konstitusi di Indonesia dan Negara lain, dalam hal ini di Korea Selatan, Thailand dan Jerman.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">Mahkamah Konstitusi</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
