<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000002833</controlfield>
    <controlfield tag="005">20210324015348</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0520002833</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="008">210324################|##########|#|##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0606017675</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">ind</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.34</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.34/RAH/k</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Niken Rahardina</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Kebijakan pemerintah Kota Semarang dalam menangani bencana alam di Kota Semarang (Tesis)</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Universitas Indonesia,</subfield>
      <subfield code="c">2009</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">x, 113 hlm.; 21,5 cm ;</subfield>
      <subfield code="c">21,5 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Penelitian kebijakan pemerintah Kota Semarang dalam menangani bencana alam di Kota Semarang ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan narasumber staf Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang, Badan Kesbang dan Linmas Kota Semarang, staf Dinas Pertamanan dan Pemakaman Kota Semarang, serta masyarakat yang tempat tinggalnya sering dilanda banjir. Dengan menggunakan analisis data yang bersumber pada hasil wawancara, data sekunder serta dokumentasi maka diperoleh simpulan bahwa pelaksanaan kebijakan pengendalian banjir di Kota Semarang oleh Pemkot Semarang belum benar. Pemkot Semarang hanya mengutamakan pembangunan fisik pengendalian banjir tanpa disertai peran masyarakat yang dan stakeholder, Pemkot semarang juga belum memaksimalkan fungsi gorong-gorong sebagai resapan air.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
      <subfield code="a">Banjir; Kerusakan lingkungan; Flood; Environmental destruction</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">23939/MKRI-P/II-2015</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
