<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000004253</controlfield>
    <controlfield tag="005">20200508202636</controlfield>
    <controlfield tag="008">200508|||||||||   |   |||   |||| ||ind||</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">979-26-1413-3</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="0">010-0520004253</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">ind</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">341.48</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">341.48/DKK/P</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">Zumrotin K. Susilo dkk.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">Potret Buram HAM Indonesia ( Kumpulan Tulisan Rubrik Utama Buletin Wacana HAM Tahun 2005 )</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">Cet.1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">jakarta</subfield>
      <subfield code="b">Komnas HAM Press</subfield>
      <subfield code="c">1996</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">VI, 114 hlm. ; 24 cm.</subfield>
      <subfield code="c">24 cm.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="504" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">Bibliografi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">Bicara soal hak asasi manusia, terutama yang berkaitan dengan masalah hak asasi anak, negara gagal melindungi warganya dari tindak diskriminasi, kekerasan, perdagangan anak dan eksploitasi seksual komersil anak. Kenapa saya katakan gagal ? karena angka kekerasan terhadap anak dari tahun ke tahun cenderung meningkat. Tahun 2005 terdapat sekitar 800 kasus kekerasan terhadap anak. Angka ini berasal dari pengaduan langsung ke Komisi Nasional Perlindungan Anak ( Komnas Anak )baik datang langsung maupun lewat telpon dan melalui pantauan dari 10 media cetak nasional. Ini hanya seperti fenomena gunung es. Angka yang terdata hanya dipuncaknya saja. Angka sesungguhnya bisa jauh jadi lebih banyak.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">1. Hak Asasi Manusia</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
