<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000005027</controlfield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">01610/MKRI-P/II-2005</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="005">20221108114343</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0520005027</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="008">221108################|##########|#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">979 - 414 - 823 - 7</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">ind</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">347.09</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">347.09 MUN a</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Munir Fuady</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Arbitrase Nasional :</subfield>
      <subfield code="b">Alternatif Penyelesaian Sengketa Bisnis /</subfield>
      <subfield code="c">Munir Fuady</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Bandung :</subfield>
      <subfield code="b">PT. Citra Aditya Bakti,</subfield>
      <subfield code="c">2003</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">xii, 260 hal ; 21 cm ;</subfield>
      <subfield code="c">21 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="500" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Indeks : Index</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Dalam koridor masyarakat yang sadar hukum, tidak dapat dihindari munculnya perilaku saling tuntut menuntut satu sama lain. Dan di masa depan yang dekat, kuantitas dan kompleksitas perkara, terutama perkara-perkara bisnis akan sangat tinggi. Metode penyelesaian sengketa lewat Arbitrase telah menjadi suatu wacana alternatif yang dapat menyelesaikan sebagian kecil dan begitu banyak benang kusut yang dihadapi oleh orang-orang bisnis bila tergelepar karena berbenturan dengan-tembok-tembok hukum yang kusam, kelam, kaku dan menyeramkan. Karena itu, kehadiran Undang-Undang Arbitrase No. 30 Tahun 1999 telah disambut antusias oleh orang-orang hukum dan orang-orang bisnis dan telah menjadi tonggak sejarah progresivitas hukum, khususnya berkenaan dengan aspek-aspek formalitas dan hukum acara. Tetapi undang-undang adalah satu hal, dan law enforcement dari undang-undang tersebut adalah hal yang lain lagi. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar terdapat suatu penyelesaian sengketa bisnis yang lebih anggun, objektif, prediktif dan modern. Uraian dan analisis yang lugas teta'pi komprehensif tentang arbitrase seperti terdapat dalam buku ini semoga dapat mengantar pembacanya untuk lebih mengenal seluk beluk arbitrase baik dari segi teoretis-konseptual maupun dari segi praktis-aplikatif. ******</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
      <subfield code="a">Arbitrase</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">01610/MKRI-P/II-2005</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
