<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000005048</controlfield>
    <controlfield tag="005">20221027105755</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0520005048</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="008">221027################|##########|#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">979-99485-1-7</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">ind</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">340.575.985</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">340.575.985 WAY p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Wayan P. Windia</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Pengantar Hukum Adat Bali /</subfield>
      <subfield code="c">Wayan P. Windia dan Ketut Sudantra</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Cet. 1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Bali :</subfield>
      <subfield code="b">Lembaga Dokumentasi dan Publikasi Fakultas Hukum Universitas Udayana,</subfield>
      <subfield code="c">2006</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">xii, 194 p. ;</subfield>
      <subfield code="c">20 cm.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Era reformasi dan otonomi daerah yang berhembus menjelang akhir 1998, memberikan peluang kepada daerah-daerah untuk mengangkat potensi masing-masing guna memperkaya potensi nasional. Bersamaan dengan itu, dalam bidang pendidikan mulai diperkenalkan kurikulum berbasis kompetensi. Kondisi inilah yang mendorong munculnya hukum adat Bali sebagai mata kuliah yang berdiri sendiri, sejajar dengan bidang hukum yang lainnya. Beberapa tantangan yang harus dihadapi terkait dengan munculnya mata kuliah ini antara lain, tenaga pengajar dan buku ajar. Terpanggil untuk menjawab tantangan itu, Buku Pengajar Hukum Adat Bali ini disusun. Tujuannya, selain memberikan kemudahan kepada dosen dan mahasiswa, dalam jangka panjang buku ini diharapkan dapat menjadi "buku wajib" pertama yang harus di baca oleh setiap orang yang ingin mengetahui atau belajar hukum adat bali.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
      <subfield code="a">1. Hukum Adat - Bali</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Ketut Sudantra</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">05021/MKRI-P/XII-2006</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">05021/MKRI-P/XII-2006</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
