<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000005466</controlfield>
    <controlfield tag="005">20200508203145</controlfield>
    <controlfield tag="008">200508|||||||||   |   |||   |||| ||ind||</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">979-96392-04</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="0">010-0520005466</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">ind</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">332.11</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">332.11/MIN/B</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">Sukowaluyo Mintorahardjo</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">BLBI Simalakama: Pertaruhan Kekuasaan Presiden Soeharto 05181</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">jakarta</subfield>
      <subfield code="b">Riset Ekonomi Sosial Indonesia</subfield>
      <subfield code="c">2001</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">xi, 229p.;</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="504" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">p. 225-229</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">Dua tesis  yang paling mengemuka tentang jatuhnya Soeharto pada Mei 1998 adalah faktor gerakan mahasiswa dan faktor pengkhianatan ala Brutus yang dilakukan oleh pembantu-pembantu terdekatnya. Betulkah itu? Sebagai politisi dan ahli strategi militer ulung dari episode sejarah kejatuhan Soeharto. Tapi bukanlah yang paling signifikan. Buku ini memberi perspektif lain tentang kejatuhan Soeharto, melalui analisisnya tentang skandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang menyebabkan kerugian negara hingga ratusan triliun rupiah.  Soeharto tampaknya menyadari benar bahwa perekonomian Indonesia sudah sampai pada taraf titik paling nadir. Dan penyelewengan keuangan negara diakibatkan skandal BLBI sudah pada taraf yang tak mungkin untuk diatasi. Bunga utang yang disebabkan penyelewengan itu menjuntai hingga ke anak cucu. Karena inilah ia menyatakan mundur. Paling tidak sebagai upaya untuk tetap menjaga nama baik gelar yang disandang sebagai Bapak Pembangunan. Scandal of Bank Indonesia liquidity support relating to the fall of Soeharto, the 2nd president of Indonesia, in 1998.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">Soeharto, 1921- 1998</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">Bank Indonesia. Bank liquidity --Indonesia.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">Monetary policy --Indonesia.Financial crises --Indonesia.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
