<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000006483</controlfield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">00083/MKRI-P/I-2005</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">00083/MKRI-P/I-2005</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">00083/MKRI-P/I-2005</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="005">20221018015142</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0520006483</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="008">221018################|##########|#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">9793674032</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">ind</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">297.63092</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">297.63092 ABU d</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Abul Fida Muhammad Ezat</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Dan Rasulullah pun menangis /</subfield>
      <subfield code="c">Abul Fida Muhammad Ezat</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Cet. 1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Abacus,</subfield>
      <subfield code="c">2003</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">xlviii, 266 hlm.; 20.5 cm ;</subfield>
      <subfield code="c">20.5 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Tangis terkadang identik dengan kecengengan, kerapuhan, dasn pelbagai identitas yang dikaitkan dengan kelemahan jiwa. Itulah sebabnya tangis sering dikesankan negatif. Akan tetapi pada kenyataannya linangan air mata terkadang menjadi bagian dari proses penenangan jiwa. Dalam tangis seseorang terkadang menemukan kepuasan dan kesyahduan. Tentu, tangis bukan sembarang tangis. Ibnu Qoyyim membagi tangis ke dalam sepuluh macam. Ada tangis kasih sayang, tangis takut dan khawatir, tangis cinta dan rindu, tangis gembira dan bahagia, tangis terkejut karena sesuatu yang menyakitkan, tangis sedih, tangis lemah dan tidak mampu, tangis kemunafikan, tangis palsu, dan tangis solidaritas. Tangis bukan hanya milik orang-orang awam Para nabi dan orang-orang saleh pun menangis. Air mata mereka laksana biji-biji mutiara yang indah tercurah menyenandungkan tasbih-tasbih ilahi. Air mata mereka mengalir dari hati terdalam. Inilah air mata rasa takut (khauf), cinta (hubb), dan pengharapan (raja'). Tangisan Rasulullah tidak beda dengan tertawanya. Tidak tersedu-sedu, juga tidak keras suaranya. Seperti juga tertawa beliau yang tidak cekikikan. Namun air matanya mengucur deras. Tangisnya satu waktu karena kasihan, di waktu yang lain karena khawatir pada umatnya, dan karena takut pada Allah pada kali yang lain. Inilah tangisan penuh rida, cinta, dan pengagungan.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
      <subfield code="a">1. Islam</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">00083/MKRI-P/I-2005</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
