<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000006845</controlfield>
    <controlfield tag="005">20221109012239</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0520006845</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="008">221109################g##########0#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">9793654627</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">ind</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.3</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.3 MUH m</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Muhadam Labolo</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Memahami ilmu pemerintahan /</subfield>
      <subfield code="c">Muhadam Labolo</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Ed.3, Cet.3, Cet. 4</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Pt. Raja Grafindo Persada,</subfield>
      <subfield code="c">2008, 2010</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">xxiv, 190 hlm. ;</subfield>
      <subfield code="c">20 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="504" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">hlm.183-187</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Kehausan memahami Ilmu Pemerintahan telah mendorong sejumlah sarjana dan praktisi pemerintahan mengembangkan sejumlah konsep lama dan baru untuk didudukan dalam khazanah perkembangan Ilmu Pemerintahan modern. Hal itu tentu saja didorong oleh kebutuhan terhadap permasalahan yang muncul di setiap masa. tak pelak lagi, polemik sebagai indikasi awal bagi penajaman konsep dan pemikiran di antara mereka telah melahirkan berbagai pilihan argumen yang secara konseptual maupun teoritis relatif dapat digunakan. Sayangnya, kesadaran hakiki tentang makna pemerintah itu sendiri sering kali raib begitu saja sehingga penalaran pada tingkat praktik kehilangan alasan tentang mengapa sebuah pemerintahan harus dihadirkan dan dibutuhkan oleh masyarakat di mana pun dan kapan pun. Ketika pemerintahan dalam kondisi abnormal, hampir tidak ada masyarakat yang menyukai pemerintah, bahkan pemerintah dianggap gejala yang perlu 'dilenyapkan', sekalipun pada akhirnya pemerintah baru mereka hadirkan dengan alasan apa pun. labih dari itu, sekalipun pemerintahan mengalami pembiasan, bahkan merepresentasikan perilaku yang paling ekstrim, tidak sedikit masyarakat yang berharap pada pemerintahan tersebut untuk tetap eksis bagi masa depan keompok yang diuntungkan. Sebaliknya, ketika pemerintahan yang dalam suasana normal, tak ada satu pun yang menyadari betapa relasi-relasi yang terjadi antara pemimpin dengan rakyatnya merupakan upaya untuk menguatkan sentimen moral sekaligus kebutuhan yang dihadirkan atas apa yang mereka idamkan sejak awal. pemerintahan dalam hal ini, sekalipun dirasakan ada, terkadang tak ada satu pun yang hadir atas dasar kebutuhan dan lahir bersamaan dengan keinginan masyarakatnya yang akan membentuk sebuah pilihan atas sistem yang akan dianutnya, apakah totaliter, otoriter maupun demokratis.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
      <subfield code="a">Ilmu Pemerintahan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">08386/MKRI-P/XII-2008</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">08385/MKRI-P/XII-2008</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">26712/MKRI-P/XII-2021</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">26712/MKRI-P/XII-2021</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">08386/MKRI-P/XII-2008</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">08385/MKRI-P/XII-2008</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">08386/MKRI-P/XII-2008</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">08385/MKRI-P/XII-2008</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">26712/MKRI-P/XII-2021</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">08385/MKRI-P/XII-2008</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">08386/MKRI-P/XII-2008</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">26712/MKRI-P/XII-2021</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
