<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000007519</controlfield>
    <controlfield tag="005">20200508204015</controlfield>
    <controlfield tag="008">200508|||||||||   |   |||   |||| ||ind||</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">555-555-585-5</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="0">010-0520007519</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">ind</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">346.598</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">346.598/XXX/A</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">Zuzanna Irmawati</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">Analisis dan Evaluasi Hukum Tentang Penerbitan dan Perdagangan Surat Berharga Komersial (Commercial Papers) 06539</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">Jakarta</subfield>
      <subfield code="b">Konsil Kedokteran Indonasia</subfield>
      <subfield code="c">2000</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">ix, 37 p. ; 21cm</subfield>
      <subfield code="c">21cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">Commercial Paper (CP) yang dalam bahasa Indonesia disebut Surat Berharga Komersial, pada permulaan tahun 1990-an muncul sebagai fenomena di bidang pembiayaan. CP tidak diatur dalam KUHD, tetapi ada yang mengatakan CP termasuk "Surat Sanggup". Hal ini juga terlihat dalam SK Direksi Bank Indonesia (SKBI) No. 28/52/KEP/DIR tentang Persyaratan Penerbitan dan Perdagangan Surat Berharga Komersial (CP) melalui Bank Umum di Indonesia. Dalam SKBI ini dikatakan bahwa CP adalah Surat Sanggup Tanpa Jaminan, diterbitkan perusahaan bukan bank dan perusahaan efek. Jangka waktu 270 hari dan diperdagangkan dengan sistem diskonto. &#13;
Singkatnya waktu, tiadanya jaminan CP, mengandung risiko besar manakala penerbit CP tidak mampu membayarnya. Karena itu BPHN merasa perlu menganalisis serta mengevaluasi penerbitan dan perdagangan CP ini. Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui seluk beluk pengaturan CP dan perdagangannya.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
