<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000007645</controlfield>
    <controlfield tag="005">20221029105425</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0520007645</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="008">221029################|##########|#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">979-450-361-4</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">ind</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">341.522</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">341.522 SUY a</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Suyud Margono</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">ADR (Alternative Dispute Resolution) &amp; Arbitrase : Proses Pelembagaan dan Aspek Hukum /</subfield>
      <subfield code="c">Suyud Margono</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Bogor :</subfield>
      <subfield code="b">Ghalia Indonesia,</subfield>
      <subfield code="c">2004.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">175 hlm. ;</subfield>
      <subfield code="c">21 cm.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Munculnya ADR sebagai salah satu mekanisme penyelesaian sengketa nonlitigasi membawa angin segar dalam proses penyelesaian sengketa. ADR dianggap mampu menjawab paradigma kalangan bisnis dan layak ditempatkan sebagai the first resort, sedangkan pengadilan sebagai the last resort dan pressure valve. Namun, ADR sebagai alternatif penyelesaian sengketa belum memasyarakat dan melembaga di Indonesia. Bagaimanakah proses pelembagaan dan aspek hukumnya? buku inilah jawabannya. Buku ini menguraikan berbagai bentuk penyelesaian sengketa model ADR, perlunya perangkat perundang-undangan dalam proses pelembagaannya, peran pemerintah dan lembaga penyedia jasa, kekuatan mengikat putusan lembaga ADR, dan pembaruan pengaturan mengenai arbitrase dalam Undang-Undang No. 30 Tahun 1999 dengan Reglement op theh Rechvordering (Rv) sebagai perbandingan. Buku ini ditujukan bagi praktisi hukum, usahawan, profesional, dan mahasiswa fakultas hukum dan ekonomi. Buku ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan bagi praktisi hukum yang terbentur ekonomi atau menghadapi masalah yuridis dalam transaksi bisnis</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
      <subfield code="a">Arbitration and award - Indonesia</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
      <subfield code="a">Dispute Resolution (law) - Indonesia</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">06690/MKRI-P/XII-2007</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">06690/MKRI-P/XII-2007</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
