<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000007713</controlfield>
    <controlfield tag="005">20200508204101</controlfield>
    <controlfield tag="008">200508|||||||||   |   |||   |||| ||ind||</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">88 60 001</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="0">010-0520007713</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">ind</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">345.0243</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">345.0243/ALI/t</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">Achmad Ali</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">Tinjauan Sosiologi Hukum terhadap tawuran sebagai kejahatan kekerasan di Kota Madia Ujung Pandang (Disertasi)</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">Makassar</subfield>
      <subfield code="b">Universitas Hasanuddin</subfield>
      <subfield code="c">1996</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">xxiii, 330 hlm; 29 cm</subfield>
      <subfield code="c">29 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">Dewasa ini tawuran merupakan salah satu kejahatan kekerasan yang sangat sering terjadi di berbagai kota-kota besar di Indonesia, termasuk di kota Madia Ujung Pandang. Tentu saja sebagai kejahatan yang mengganggu ketertiban umum, tawuran cukup meresahkan masyarakat.&#13;
Merebaknya berbagai kasus tawuran ternyata disebabkan oleh brerbagai faktor yang cukup kompleks, baik faktor hukum maupun faktor-faktor non hukum, seperti pengaruh lokasi permukiman kumuh, persepsi keliru tentang sirik, persepsi keliru tentang otonomi kampus, kurangnya penghayatan dan pengalaman ajaran agama, belum tersosialisasinya secara memadai ketentuan-ketentuan undang-undang yang mengancamkan sanksi terhadap pelaku tawuran, pengaruh adegan kekerasan ditelevisi, kurangnya perhatian orangtua terhadap anak-anaknya, sikap kurang tegas penegak hukum dan rendahnya vonis hakim terhadap pelaku tawuran.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">Hukum Pidana</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
