<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000007779</controlfield>
    <controlfield tag="005">20221010111229</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0520007779</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="008">221010################g##########|#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">9786029929249</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">ind</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">004.22</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">004.22 SYA k</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Syamsul Hadi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Kudeta Putih (Reformasi dan Pelembagaan Kepentingan Asing dalam Ekonomi Indonesia) /</subfield>
      <subfield code="c">Syamsul Hadi et. al.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Indonesia Legal Center,</subfield>
      <subfield code="c">2012</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">xix, 247 hlm. ; 23 cm ;</subfield>
      <subfield code="c">23 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Buku ini menelisik fakta bagaimana kekuatan-kekuatan asing berhasil menguasai ekonomi Indonesia melalui perumusan dan penerapan berbagai aturan perundangan di berbagai level kelembagaan,dengan substansi kebijakan yang sangat lengkap bergulirnya era reformasi dewasa ini. Langkah-langkah perencanaan,penentuan dan pendiktean kebijakan oleh aneka kekuatan asing itu bisa disebut sebagai ” Kudeta Putih”,sebuah pengambilalihan hak dan wewenang mengeksploitasi bumi Indonesia melalui aturan-aturan kelembagaan yang membuat kepentingan-kepentingan mereka dilegalkan dan bahkan dijamin secara konstitusional. Secara substansial praktek-praktek ” kudeta Putih” wajib digugat dan terus dipertanyakan,mengingat misi kemerdekaan bangsa ini bukanlah membangun ” jembatan emas” guna memfasilitasi lalu lintas kepentingan asing agar bisa kembali menjajah negeri ini secara leluasa namun”konstitusional”. seperti sering diungkapkan para pendiri bangsa,kemerdekaan mestinya menjadi”Jembatan emas” bagi terwujudnya kemakmuran dan keadilan bagi bangsa ini sebagai tuan rumah yang berdaulat di negerinya sendiri.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Salamuddin Daeng</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Afrimadona</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">22934/MKRI-P/X-2014</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">23367/MKRI-P/XI-2014</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">23366/MKRI-P/XI-2014</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
