<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000007789</controlfield>
    <controlfield tag="005">20210324020959</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0520007789</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="008">210324################|##########|#|##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0606017782</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">ind</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.35</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.35/SAN/a</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Yuni Sandrawati</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Audit pelaksanaan transparansi dan akuntabilitas di Sekretariat Jendral dan kepaniteraan Mahkamah Konstitusi RI (Tesis)</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Universitas Indonesia,</subfield>
      <subfield code="c">2008</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">viii, 108 hlm.; 27,5cm ;</subfield>
      <subfield code="c">27,5cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Tesis ini mencoba menganalisa pelaksanaan nilai-nilai transparansi dan akuntabilitas dengan cara melakukan audit terhadap penerapan kedua prinsip tersebut. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa masalah utama yang dihadapi dalam melaksanakan prinsip transparansi dan akuntabilitas di Mahkamah Konstitusi adalah belum adanya SOP dalam pelaksanaan tugas dan kegiatan, belum adanya unit pengawasan internal yang tetap disertai dengan mekanismenya, serta belum adanya mekanisme reward and punishment. Hal itu menunjukan bahwa pelaksanaan prinsip transparansi dan akuntabilitas di Mahkamah Kostitusi saat ini belum menjadi sistem yang utuh dan tetap, tetapi bersifat sporadis yang didorong oleh faktor kepemimpinan di Mahkamah Konstitusi. Hal itu akan menimbulkan permasalahan karena bergantung kepada figur yang suatu saat tentu akan mengalami pergantian. Maka kami menyarankan untuk meningkatkan pelaksanaan prinsip transparansi dan akuntabilitas, agenda yang harus segera diselesaikan adalah finalisasi SOP dan perubahan organisasi dan tatalaksana. Hal itu harus dilakukan sejalan dengan penyusunan mekanisme pengawasan, mekanisme penanganan pengaduan, serta mekanisme reward dan punishment.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
      <subfield code="a">Audit; Transparansi dan akuntabilitas; Transparency; Accountability</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">23943/MKRI-P/II-2015</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
