<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000008678</controlfield>
    <controlfield tag="005">20200508204458</controlfield>
    <controlfield tag="008">200508|||||||||   |   |||   |||| ||ind||</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">20068220005</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="0">010-0520008678</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">ind</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">344.01</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">344.01/BUC/w</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">Totoh Buchori</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">Wewenang pengadilan hubungan Industrial dalam penyelesaian pemutusan hubungan kerja di Indonesia (Disertasi)</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">Bandung</subfield>
      <subfield code="b">Universitas Katolik Parahyangan</subfield>
      <subfield code="c">2009</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">xiv, 320 hlm.; 28 cm</subfield>
      <subfield code="c">28 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">Hasil penelitian menunjukan bahwa Pengadilan Hubungan Industrial berwenang dalam menyelesaikan perselisihan  PHK atas pelanggaran biasa/berat yang merumuskan perbuatan pidana didasarkan kepada : 1. Kaidah yang mengatur kewenangan PHI yaitu Pasal 56 huruf c Undang-undang Nomor 12 Tahun 2004 dan Teori Kompetensi Absolut yang dikemukakan oleh Sudikno Mertokusumo, Retnowulan Sutantio, dan Yahya Harahap.&#13;
2. adanya gugatan yang merujuk kepada PP (Peraturan Perusahaan) atau PKB (Perjanjian Kerja Bersama)&#13;
3. adanya gugatan yang merujuk kepada surat edaran manekertran RI No 13/MEN/SJ-HK/I/2005 jo pasal 1603 O KUH perdata sebagai alasan mendesak dilakukanya penafsiran sistematis/logis&#13;
4. adanya gugatan yang petitumnya memohon agar diberlakukan asas keseimbangan atas penerapan pasal 169 ayat (1) huruf a dan b Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 untuk diberlakukan sama dan sanksi yang sama bagi pekerja dan pengusaha/pemberi kerja yakni PHK melalui PHI bukan melalui PN dan hal ini berkaitan dengan argumentum per analogian.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
