<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000008954</controlfield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">22803/MKRI-P/IX-2013</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="005">20221017081911</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0520008954</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="008">221017################|##########|#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">9799568323</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">ind</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">305.420 9598</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">305.420 9598 NEG</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Negara dan kekerasan terhadap perempuan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Negara dan kekerasan terhadap perempuan /</subfield>
      <subfield code="c">Edit by : Nur Iman Subono</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Yayasan idayu,</subfield>
      <subfield code="c">2000</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">xxiii, 290 hlm.; 23 cm ;</subfield>
      <subfield code="c">23 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Kekerasan terhadap perempuan dan negara adalah dua entitas yang memiliki keterkaitan yang erat. Dalam berbagai tingkatan, wilayah, ras, etnis, maupun stratifikasi sosial, kekerasan terhadap perempuan sudah berlangsung sejak dahulu hingga saat ini. Jika kita mau jujur bukan saja jumlahnya (kuantitas) yang terus meningkat, namun ciri atau karakteristiknya (kualitas) pun juga semakin canggih. Korban kekerasan pun juga tidak mengenal obyeknya. Artinya, siapa pun bisa menjadi sasaran di dalamnya. Sementara itu, aktor atau pelaku kekerasan juga bermacam-macam mulai dari suami, ayah, kawan, saudara, hingga pelaku yang susah dicari wujudnya tetapi sangat dirasakan kehadirannya. Pada titik ini sebetulnya kita sedang mengangkat sosok atau keberadaan negara. Kiprah negara ini yang dipersoalkan, digugat, dan bahkan dijadikan pihak yang paling bertanggung jawab di daalmnya. Keterlibatan negara dalam berbagai kekerasan apakah itu langsung maupun tidak, kelihatannya semakin transparan dan juga vulgar. Pada titik ini juga kita menyaksikan bahwa kalangan perempuan seringkali menjadi pihak yang sangat rentan di dalamnya. Berbagai bentuk kekerasan dan bermacam kasus dimana kalangan perempuan sebagai pihak yang menjadi korban atau dikorbankan dijelaskan dalam buku ini.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
      <subfield code="a">Sex discrimination against women-Indonesia</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
      <subfield code="a">Women's rights-Indonesia</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
      <subfield code="a">Feminism-Indonesia; Women-Indonesia;Women-Crimes against; Violence-Indonesia</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">22803/MKRI-P/IX-2013</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
