<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000009527</controlfield>
    <controlfield tag="005">20221109083353</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0520009527</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="008">221109################|##########|#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">9786021642214</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">ind</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">347.59801</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">347.59801 ERF p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Erfaniah Zuhriah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Peradilan Agama Indonesia :</subfield>
      <subfield code="b">Sejarah, Konsep dan Praktik di Pengadilan Agama /</subfield>
      <subfield code="c">Erfaniah Zuhriah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Malang :</subfield>
      <subfield code="b">Setara Press,</subfield>
      <subfield code="c">2016</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">xii, 216 hlm.; 23 cm ;</subfield>
      <subfield code="c">23 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="504" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">hlm. 211-213</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Peradilan Agama di Indonesia keberadaannya jauh sebelum Indonesia merdeka. Semenjak pemerintahan kolonial Belanda peradilan agama telah diakui secara resmi meskipun nama sebutannya berbeda di setiap daerah. Perjalanan panjang peradilan agama yang mengalami pasang surut, kadangkala wewenang dan kekuasaannya sesuai dengan nilai-nilai Islam serta realitas kehidupan masyarakat. Namun, tak jarang pula kekuasaan dan kewenangannya dibatasi dengan berbagai regulasi, kebijakan/peraturan perundang-undangan yang disesuaikan dengan kepentingan kekuasaan dan golongan masyarakat tertentu agar lembaga peradilan agama lemah. Saat ini, konsep dan praktik pengadilan agama telah mengalami dinamika yang cukup konstruktif untuk semakin memperkuat posisi pengadilan agama yang dapat menyelesaikan berbagai masalah yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Buku ini menjelaskan tentang sejarah, konsep dan praktik pengadilan agama di Indonesia yang diantaranya meliputi kekuasaan kehakiman, sejarah peradilamagama, wewenang dan susunan hirarki badan peradilan agama serta juga membahas tentang produk hukum peradilan agama dan upaya hukum putusan pengadilan agama. Buku yang membahas salah satu sistem peradilan di Indonesia ini, bukan hanya menyajikan penjelajahan atas masa lalu, melainkan juga memberikan wawasan praktis berkaitan dengan peradilan agama di Indonesia. Buku ini dapat menjadi referensi terkait dengan perkembangan hukum peradilan agama di Indonesia.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
      <subfield code="a">Peradilan (Hukum Islam)</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">25280/MKRI-P/I-2017</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">25277/MKRI-P/I-2017</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">25279/MKRI-P/I-2017</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">25278/MKRI-P/I-2017</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
